Seorang Di Ringkus Polisi Karena Mengunggah Ujaran Kebencian Mengejek Bendera Merah Putih Di Facebook

Seorang Di Ringkus Polisi Karena Mengunggah Ujaran Kebencian Mengejek Bendera Merah Putih Di Facebook – Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur menangkap seseorang berinisial NH yang mempunyai account sosial media Facebook Habib Newport. Dia disangka pengunggah ujaran kebencian dengan gambar karikatur dinilai mengejek bendera merah putih di sosial media.

” Tim Cyber Polres Jember temukan tulisan satu karikatur bergambar seorang tengah buang air kecil ke gambar yang serupa simbol negara bendera merah putih di satu diantara group sosial media Facebook, ” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, seperti ditulis Pada, Sabtu (10/3) .

Polisi menangkap aktor untuk hindari persekusi pada aktor. Terutama, memandang komentar-komentar netizen yang berang pada aktor karna buat gambar berbuat tidak etis bendera Merah Putih itu.

” Tulisan itu memperoleh tanggapan negatif warga netizen pada kolom komentar, dengan sebagian jenis komentar tidak terima dengan gambar karikatur itu serta berindikasi kondisi jadi lebih memanas, hingga berwujud ada unsur ujaran kebencian pada tersangka, ” katanya juga.

” Kami masih tetap melaksanakan pencarian pada motif serta maksud aktor mengunggah karikatur yang dinilai mengejek bendera Merah Putih itu, lalu kami akan menelusur dari tempat mana aktor memperoleh gambar karikatur itu, ” tuturnya sekali lagi.

Akibat perbuatan itu, NH warga Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember itu dijerat dengan Undang Undang Nomor 11 Th. 2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama 6 th. penjara, serta denda maksimum Rp 1 miliar.

” Penindakan tegas pada yang memiliki account yang memposting ujaran kebencian itu diinginkan mampu jadi evaluasi untuk warga yang lain supaya mampu memakai sosial media dengan cara bijak, ” katanya.

Kusworo mengharapkan supaya warga lebih bijak memakai sosial media tidak untuk memposting gambar-gambar atau kalimat yang berwujud permusuhan atau ujaran kebencian hingga mengakibatkan kondisi tidak aman.